Hai, sudah lama sekali…

Rasanya aneh kembali membuka halaman ini setelah sekian lama. Terakhir menulis tahun 2021, dan sejak itu hidup berjalan begitu cepat—atau mungkin akulah yang terlalu larut dalam ritme hari-hari hingga lupa bahwa aku pernah punya ruang kecil di sini, tempat bercerita tanpa perlu terburu-buru, tanpa tuntutan apa pun.

Hari ini, entah bagaimana, jemari terasa gatal ingin kembali mengetik. Mungkin karena banyak hal yang disimpan terlalu lama. Mungkin karena ada rindu pada diri sendiri, versi yang dulu suka menuliskan apa saja, dari hal paling sederhana sampai perasaan yang tak berani diucapkan. Atau mungkin karena akhirnya aku sadar: diam terlalu lama juga bisa membuat kita kehilangan arah.

Jadi… hai.
Apa kabar, blogku? Apa kabar aku yang dulu?

Banyak hal telah berubah, tentu saja. Dunia berubah, hidup berubah, dan aku juga ikut berubah—meski pelan, meski kadang masih tersesat. Ada hari-hari yang berjalan baik, ada juga yang membuatku ingin menyembunyikan diri di balik selimut. Namun di antara semua itu, ada satu hal yang tetap sama: keinginan untuk kembali bercerita, meski sedikit, meski perlahan.

Menulis lagi seperti membuka pintu rumah lama yang lama ditinggalkan. Debu masih menempel di sudut-sudutnya, tapi aroma kenangannya masih sama. Ada kehangatan yang familiar, ada suara lembut yang mengingatkan bahwa aku pernah bahagia di ruang ini.

Mungkin tulisan kali ini tidak penting. Tidak berisi tips apa pun, tidak memuat kabar besar, tidak membawa kesimpulan mendalam. Hanya sapaan singkat setelah sekian waktu. Tapi justru itu yang membuatku ingin memulainya: pelan-pelan saja, tanpa ekspektasi, tanpa rencana muluk. Yang penting mulai dulu.

Karena kadang yang kita butuhkan hanya satu hal sederhana: keberanian untuk kembali.

Jadi, untuk siapapun yang tanpa sengaja membaca ini—terima kasih sudah mampir. Semoga hari-hari kalian ringan dan hati tetap hangat. Semoga aku pun bisa lebih sering kembali menulis di sini, meski tidak sesempurna dulu, meski tidak seheboh yang lain. Yang penting ada jejaknya.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya.
Dan sekali lagi… hai.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Saya

Butir Butir Pancasila, Kisi Kisi Tes CPNS 2021

Politik dan Strategi Nasional